Apa itu Malware
Malware, atau disebut juga “program jahat” adalah istilah umum untuk menjelaskan program atau kode berbahaya apa pun yang berbahaya bagi sebuah sistem. Malware ini akan berusaha menyerang, merusak, atau menonaktifkan komputer, sistem komputer ataupun jaringan seringkali dengan cara mengambil kendali sebagian atas operasi perangkat yang sedang berlangsung.
Motif di balik serangan malware bisa bervariasi. Serangan malware bisa bertujuan untuk meminta uang tebusan atas perangkat yang telah diserang, menyabotase kemampuan suatu komputer untuk menyelesaikan pekerjaan, ataupun hanya sekedar menampilkan paksa pesan-pesan pada layar desktop.
Meskipun malware tidak dapat merusak perangkat keras fisik sistem atau peralatan jaringan, malware dapat mencuri, mengenkripsi, atau menghapus data-data yang terdapat pada sistem, mengubah atau membajak fungsi inti komputer, dan memata-matai aktivitas komputer yang telah diserang tanpa sepengetahuan atau izin penggunanya.
Apa yang ditimbulkan Malware
Jika suatu perangkat atau sistem sudah terkena serangan malware ini maka akan berakibat pada menurunnya tingkat kemampuan perangkat atau sistem tersebut dalam melakukan suatu tugas atau proses yang diberikan, berikut merupakan gejala-gejala yang ditimbulkan dari serangan malware :
- Melambatnya sistem kerja komputer
Salah satu efek samping yang ditimbulkan oleh malware adalah mengurangi kecepatan sistem operasi (OS), walaupun jika kita menavigasi Internet atau hanya menggunakan aplikasi lokal saja tetapi penggunaan terhadap sumber daya sistem tampak sangat tinggi.
- Munculnya berbagai macam Ads
Iklan pop-up yang tidak terduga adalah tanda khas adanya infeksi malware. Iklan-iklan spam yang bermuculan ini terkait dengan bentuk malware yang dikenal sebagai adware. Didalam adware juga bisa terdapat malware-malware lainya.
- Mengurangnya disk space secara tiba-tiba
Walaupun mengurangnya disk space secara tiba-tiba bisa saja ada masalah pada drive komputer tersebut, hali ini bisa juga akibat dari sebuah malware tersembunyi yang sedang menginstall berbagai macam software yang tidak penting didalam drive yang biasa disebut bundleware.
- Tidak bisa mengakses / menggunakan komputer secara tiba-tiba
Ini adalah gejala infeksi ransomware. Peretas mengumumkan diri mereka sendiri dengan meninggalkan catatan tebusan di desktop komputer atau mengubah wallpaper desktop nya menjadi catatan tebusan. Dalam catatan, pelaku biasanya memberi tahu bahwa data pada komputer telah dienkripsi dan meminta pembayaran tebusan sebagai imbalan untuk mendekripsi fil-file tersebut.
- Tidak responsive nya sistem operasi pada komputer
Salah satu serangan malware adalah untuk merusak atau memodifikasi kerja fungsi normal suatu sistem, jika ini terjadi maka gejala yang akan muncul adalah beberapa program akan mengalami Freeze atau “Not Responding” dan akan berujung pada BSoD (Blue Screen of Death) jika sudah parah dan mengalami kesalahan fatal terhadap sistemnya.
Mencegah masuknya Malware
Ada Tiga cara paling umum yang digunakan malware untuk mengakses sistem perangkat kita, yaitu melalui Internet, Email dan koneksi antar perangkat lainya. Jadi pada dasarnya, kapan pun perangkat kita terhubung secara online atau melakukan kontak dengan perangkat lain kita rentan terkena serangan malware. Langkah-langkah untuk mengantisipasi hal tersebut adalah sebagai berikut :
1. Unduh dan install program keamanan siber seperti Antivirus yang secara aktif memindai dan memblokir ancaman agar tidak masuk ke perangkat kita.
2. Gunakan kata sandi yang kuat dengan otentikasi multi-faktor pada perangkat-perangkat kita. Pengelolaan kata sandi yang bagus dapat sangat membantu kemanan dari berbagai macam serangan.
3. Hindari mengklik iklan-iklan pop-up yang muncul saat menjelajah Internet.
4. Perhatikan domain Internet yang ingin dituju dan berhati-hatilah jika situs tersebut bukan domain tingkat atas (TLD), misalnya com, mil, net, org, edu, atau biz. Domain yang bukan menggunakan TLD dapat mengandung berbagai macam malware tersembunyi didalmnya.
5. Jangan mengunduh perangkat lunak dari situs web yang tidak dapat dipercaya atau jaringan transfer file secara peer-to-peer.
6. Pastikan untuk men-scan terlebih dahulu dengan program Antivirus Flashdisk atau penyimpanan memory eksternal lainnya jika ingin melakukan transfer file dengan perangkat lain untuk menghindari adanya malware yang bersembunyi dibalik file-file.