Digital Divide
atau Kesenjangan Digital adalah masalah sosial yang merujuk pada perbedaan
jumlah informasi antara mereka yang memiliki akses ke Internet (khususnya akses
broadband) dan mereka yang tidak memiliki akses. Istilah ini menjadi populer di
kalangan orang-orang pada akhir tahun 1990-an dimana cara baru untuk mengakses informasi
bermunculan.
Secara
garis besar, perbedaan tidak selalu ditentukan oleh akses ke Internet, tetapi
oleh akses ke TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan ke Media yang dapat
digunakan oleh berbagai segmen masyarakat. Sehubungan dengan Internet, akses
hanya satu aspek, faktor lain seperti kualitas koneksi dan layanan terkait
harus dipertimbangkan. Saat ini yang paling banyak dibicarakan adalah
ketersediaan akses dengan biaya dan kualitas yang terjangkau.
Krisis
Virus Corona yang sedang kita alami sekarang ini telah menunjukkan efek
Kesenjangan Digital dalam pendidikan, yaitu beberapa guru dan siswa sulit
mendapatkan informasi karena mereka kekurangan teknologi dan keterampilan
digital yang memadai. Ini juga meningkatkan kurangnya pengetahuan dengan adanya
adanya Kesenjangan Digital tersebut.
Penyebab utama
Kesenjangan Digital adalah hak akses terhadap internet. Meskipun ini merupakan
faktor utama, ada faktor lain juga yang berkontribusi antara lain : biaya
teknologi yang masih mahal, kurangnya keterampilan dalam menggunakan alat-alat
untuk mengakses internet, kurangnya pendidikan, kurangnya informasi, dan masih
banyak kinerja komputer yang rendah.
Dampak yang
dihasilkan oleh Kesenjangan Digital ini antara lain memperlebar pemisahan antar
orang-orang yang memiliki akses dan yang tidak dimana orang yang memiliki akses
terhadap informasi akan semakin maju sedangkan orang yang tidak mendapat akses
tersebut akan terus terbelakang. Jika kesenjangan tersebut tetap dibiarkan maka
perbedaan antara orang-orang tersebut akan sangat jelas terlihat hingga jika
kita ingin menyamakan orang yang tidak mendapatkan akses dengan orang yang
mendapatkan akses membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit juga.
Tetapi
Kesenjangan Digital ini juga memberikan dampak positif yang diantaranya yaitu membantu
menjaga budaya dan keutuhan tatanan masyarakat tetap terjaga. Negara-negara
maju mengalami perubahan budaya yang luar biasa karena mereka memasukkan budaya
baru yang diperoleh dari internet sementara negara berkembang dengan
orang-orang yang memiliki akses terbatas ke internet memiliki budaya mereka
yang mengalami sedikit hingga tidak sama sekali perubahan.
Pendidikan
merupakan faktor kunci dalam memberikan solusi untuk Kesenjangan Digital. Pusat
Teknologi Komunitas bermunculan di seluruh negeri dan berupaya meningkatkan
ketersediaan dan pendidikan di populasi yang terus-menerus miskin. Perguruan
tinggi dan universitas memberikan pelatihan teknologi kepada mereka yang
terdaftar dalam program mereka. Pelatihan teknologi dalam pendidikan komunitas
sedang meningkat.
Sekolah Dasar
(SD) dan Menengah (SMP/SMA/Sederajat) juga berupaya mengatasi masalah ini
dengan menambahkan laboratorium komputer ke sekolah mereka masing-masing dan
ada juga sekolah-sekolah yang memberikan sebuah Laptop kepada tiap-tiap siswa
nya sebagai media belajar. Ini semua adalah solusi untuk mengatasi Kesenjangan Digital
yang sejak dulu sudah ada dan membatasi sebuah wilayah (bahkan nsebuah Negara) untuk
berkembang karena dampak nya.
Referensi :
https://www.internetworldstats.com/links10.htm
http://www.digitaldividecouncil.com/the-impacts-of-digital-divide/