Sunday, September 29, 2019

Mendeskripsikan Diri Sendiri Sebagai Individu



(Ilmu Sosial Dasar, Tugas 2) 




Individu… Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kata itu, bukan? Tapi sebenarnya apasih individu itu sendiri? Individu merupakan unit terkecil pembentuk sebuah kelompok sosial. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok sosial yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil, contohnya adalah  dalam sebuah struktur kelas ada ketua kelas, sekertaris, bendahara dan lain-lain, ketua kelas di struktur kelas tersebut merupakan seorang individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. Nah disini saya akan mendeskripsikan diri sendiri sebagai seorang individu mulai di dalam keluarga, lingkungan masyarakat dan juga di kehidupan kampus.


Keluarga merupakan sebuah kelompok sosial yang paling kecil yang terdiri dari beberapa individu yang saling bergantung satu sama lain. Di dalam keluarga saya sendiri saya merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, karena menjadi anak bungsu saya pun menjadi individu yang sedikit manja jika dibandingkan dengan kedua kakak saya, tapi tentu itu tidak membuat saya tidak bisa menjadi mandiri, karena saya diajarkan untuk bisa menjadi mandiri di dalam keluarga. Oleh karena itu keluarga merupakan tempat pembentukan karakter  yang penting karena keluarga merupakan tempat pertamakali seorang individu melakukan interaksi-interaksi sosial sebelum berinteraksi dengan lingkungan masyarakat.


Pengertian masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup secara bersama-sama di suatu wilayah dan membentuk sebuah sistem, dimana interaksi yang terjadi di dalamnya adalah antara individu-individu yang ada di kelompok tersebut. Dari pengertian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kita sebagai seorang individu dalam lingkungan masyarakat akan melakukan interaksi terhadap individu yang lain, saya sebagai individu tersebut akan menjadi pribadi yang sederhana dan menghargai orang lain juga membantu orang yang sedang kesusahan agar interaksi-interaksi yang terjadi antar individu dalam masyarakat bisa terjadi dengan baik.


Sama hal nya dengan masyarakat, kehidupan di kampus pun akan terjadi banyak sekali interaksi individu antar individu dengan berbagai macam karakter serta budaya yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita sebagai seorang individu perlu melakukan interaksi dengan individu yang lain nya, saya sendiri disaat pertama kali masuk ke kehidupan kampus sebagai seorang individu, akan selalu mencoba melakukan interaksi-interaksi tersebut dengan individu yang lain nya, dengan begitu saya secara perlahan akan menjadi bagian dalam kelompok sosial yang terdapat dalam kehidupan kampus tersebut.











Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
http://didefinisipengertian.blogspot.com/2015/06/definisi-pengertian-individu-menurut-ahli.html

https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-masyarakat.html

Friday, September 27, 2019

Hak dan Kewajiban

(Ilmu Sosial Dasar, Tugas 3) 


Hak dan Kewajiban pada dasarnya merupakan sesuatu yang wajib kita dapatkan atau lakukan sebagai warga negara yang baik,
warga negara Indonesia biasa disingkat WNI merupakan orang yang diakui secara sah sebagai warga negara Indonesia sesuai syarat dan aturan yang berlaku. Setiap negara memiliki aturan terkait status kewarganegaraan yang berbeda-beda untuk masing-masing negara, termasuk juga di Indonesia, di Indonesia kewarganegaraan ini diatur dalam UUD 1945, di dalam UUD 1945 terdapat hak-hak warga negara dan juga kewajiban-kewajiban warga negara yang diterapkan dalam undang-undang, tapi sebenarnya apasih pengertian hak dan kewajiban itu sendiri?


Hak adalah segala sesuatu yang berhak dimiliki oleh setiap individu sejak dia dilahirkan di dunia ini, di Indonesia sendiri hak-hak warga negara telah diatur dalam UUD 1945, contohnya Hak mendapat pendidikan (pasal 31 ayat 1). kita sebagai warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan Pendidikan setidaknya selama 9 tahun, nah dengan kita mendapatkan Pendidikan tersebut kita dapat memajukan bangsa Indonesia dengan meningkatkan daya saing SDM karena memiliki Pendidikan dasar yang cukup.


Jika Hak adalah segala sesuatu yang berhak dimiliki oleh setiap individu, maka Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilaksanakan atau di lakakukan oleh semua individu agar bisa mendapatkan haknya secara layak, kearena dengan melakukan kewajiban ini hak yang diperoleh itu menjadi hasil karena kita sudah melakukan kewajiban, Kewajiban-kewajiban ini pun telah diatur dalam UUD 1945, contohnya yaitu Wajib menghormati Hak Asasi Manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (pasal 28J ayat 1). Pasti kita pernah melakukan gotong royong membantu tetangga yang terkena musibah, ataupun ikut siskamling dalam menjaga ketertiban kampung, atau yang paling sederhana yaitu tidak membuang sampah di lahan orang lain, kan? Nah kegiatan seperti itu dapat sebenarnya mempererat persaudaraan dan menjaga ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat, yang dapat menjadikan kita tidak mudah terpecah belah di Negara yang kaya akan beragam macam budaya ini.



Referensi:

Wednesday, September 25, 2019

Budaya Bertani

(Ilmu Sosial Dasar, Tugas 1)                                                                                                                                                                                                                                         



Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai keunggulan di bidang pertanian, salah satunya karena Indonesia dilewati oleh  Ring of Fire atau biasa juga disebut Cincin Api yang pada dasarnya adalah sebuah jalur gunung berapi yang membentang luas dengan panjang lebih dari 40000 km, faktor inilah yang menyebabkan di Indonesia terdapat banyak sekali gunung berapi yang pada akhirnya menyebabkan tanah-tanah di Indonesia subur karena kaya akan abu vulkanik yang dapat menyuburkan tanah.

Inilah mengapa sejak dulu banyak warga Indonesia yang memilih menjadi Petani terutama didaerah pedesaan karena mudahnya bercocok tanam di tanah yang telah subur akibat dari letusan gunung berapi yang telah lama terjadi. Indonesia sudah terkenal dengan hasil pertanian nya bahkan sejak dulu yang juga menjadi awal datangnya bangsa-bangsa Eropa yang ingin mencari rempah-rempah, pertanian sendiri sebenarnya sudah menjadi bagian dari kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia sejak berabad-abad yang lalu. Salah satu buktinya dalam relief Candi Borobudur ditemukan beberapa panel yang menggambarkan tentang pertanian, yang mungkin juga mereka menjadikan pertanian sebagai bagian dari hidup mereka.

Bukti lainnya yang menunjukan bahwa masyarakat Indonesia tidak terlepas dari sektor pertanian adalah ditemukannya sebuah situs yang diduga perkampungan pada zaman Mataram Kuno di Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Disana terdapat beberapa jejak pertanian dimasa lalu, seperti bekas lahan pertanian kuno, sisa-sisa bulir padi yang sudah menjadi arang, dan sisa-sisa jagung. Kedua bukti yang ditemukan dari Candi Borobudur dan Situs Liyangan ini menunjukkan bahwa sejarah panjang bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari sektor pertanian hingga saat ini.

Namun, seiring perkembangan zaman saat ini sudah banyak generasi muda yang tinggal di pedesaan tidak mau mewarisi atau meneruskan profesi orangtuanya sebagai petani. Mereka lebih memilih bekerja sebagai buruh di pabrik ataupun mencari pekerjaan di kota-kota besar, faktor ini pun didukung oleh adanya para petani yang tidak ingin anaknya menjadi seorang petani yang memiliki citra kurang bagus yang identik dengan panas, becek, kotor, melelahkan dan berpenghasilan pas-pasan, ditambah lagi saat ini sudah banyak lahan-lahan pertanian yang sudah dijadikan sebagai sebuah perumahan ataupun bangunan lainnya. Tanpa adanya regenerasi petani dan juga lahan pertanian yang semakin sedikit, maka akan mengancam  keberlangsungan pertanian yang sudah menjadi budaya sejak dulu kala di Indonesia.  

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakan terutama generasi penerus akan pentingnya bertani,   selain karena kita adalah sebuah negara agraris juga karena bertani merupakan sebuah budaya yang telah diwariskan turun-temurun menjadi bagian hidup masyarakat terdahulu.

Bertani bukanlah hanya sekadar kegiatan bercocok tanam untuk menghasilkan produk-produk pertanian. Namun juga dapat melahirkan kebudayaan-kebudayaan serta kearifan lokal yang menjadi ciri khas setiap daerah di Indonesia yang patut dibanggakan dan dilesatarikan. Sebut saja upacara adat Nandur dari Bali yang mengawali proses penanaman Padi hingga upacara seren Taun yang dilakukan masyarakat Sunda pada saat panen padi.










Referensi :