Showing posts with label Ilmu Sosial Dasar. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Sosial Dasar. Show all posts

Monday, November 25, 2019

Konflik Masyarakat Beragama


Peran agama dalam masyarakat sangat penting sekali. Agama berperan dalam mengatur kehidupan manusia, cara berinteraksi dengan sesama, bagaimana cara ia bersikap serta mengarahkannya kepada kebaikan bersama. Berbicara tentang agama memerlukan suatu sikap yang ekstra hati-hati, sebab agama merupakan persoalan sosial tetapi penghayatannya sangat bersifat individual. 

Dalam sebuah masyarakat biasanya terdapat 2 atau lebih agama dengan penganutnya masing-masing, adanya keberagaman beragama ini, disatu sisi memberikan dampak positif  bagi masyarakat dengan memupuk persaudaraan dan menumbuhkan sikap saling menghargai satu sama lain, namun disisi lain dapat juga memberikan dampak negatifnya, yaitu menjadi pemicu konflik antar masyarakat beragama.

Konflik yang terjadi akibat dari perbedaan agama dalam masyarakat biasanya terjadi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu masalah mayoritas dan minoritas golongan agama di suatu masyarakat serta kurangnya rasa toleransi beragama. kelompok dengan agama mayoritas akan menekan kelompok dengan agama yang minoritas jika tidak adanya rasa toleransi diantara kelompok-kelompok tersebut.

Perbedaan sudut pandang seorang individu dalam menilai agama lain pun dapat mengakibatkan konflik antar agama. Entah sadar atau tidak, seseorang bisanya menilai bahwa agama yang dia anut lebih baik dan benar dibandingkan dengan agama lainnya, sikap seperti ini dapat dengan mudah memicu konflik antar umat beragama yang dapat berujung disintegrasi didalam masyarakat tersebut.

Itulah mengapa pentingnya setiap anggota masyarakat tersebut memiliki rasa toleransi yang tinggi serta sikap menghormati dan menghargai perbedaan antar umat beragama agar terciptanya integrasi atau persatuan dan persaudaraan yang kuat walaupun adanya perbedaan agama yang dianut oleh masing-masing anggota yang terdapat dalam masyarakat itu.








Referensi :


Saturday, November 23, 2019

Teknologi dan Kemiskinan


Teknologi sudah menjadi kebutuhan yang mutlak di era modern saat ini, hampir seluruh kegiatan yang kita lakukan tidak terlepas dengan yang namanya teknologi, entah itu bepergian, berkomunikasi, mencari makanan atau hanya sekedar menghabiskan waktu luang kita sering sekali menggunakan teknologi, tetapi apakah teknologi-teknologi yang sering kita pakai di era modern ini dapat mengatasi masalah kemiskinan ?

Kemiskinan merupakan masalah yang sering sekali terjadi di negara-negara berkembang, kemiskinan ini biasanya terjadi di pelosok-pelosok desa yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan perkotaan, kemiskinan tersebut biasanya terjadi karena pembangunan infrastruktur yang tidak merata, akibatnya banyak desa-desa yang tidak mendapatkan akses jalan yang layak, tenaga listrik yang memadai dan kesulitan untuk mendapatkan air bersih, akibatnya pun meningkatnya tingkat kemiskinan di daerah tersebut.

Teknologi yang sebagaimana kita ketahui, dikembangkan untuk mempermudah kehidupan manusia, tentu dapat mengatasi dan menurunkan tingkat kemiskinan disuatu daerah dengan berbagai macam cara, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan penggunaan TIK. Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam mengatasi masalah ini, tingkat kemiskinan pun dapat menurun meskipun secara perlahan.

Pengurangan tingkat kemiskinan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajar dengan menggunakan E-Learning, mengembangkan usaha-usaha perdagangan yang ada di daerah tersebut dengan E-Commerce, meningkatkan kualitas komunikasi jarak jauh agar pembangunan infrastruktur yang tidak merata dapat dilaporkan dan diselesaikan, mendistribusikan informasi yang relevan untuk mata pencaharian yang banyak dikerjakan oleh masyarakat sekitar agar dapat meningkatkan produktivitas kegiatan mata pencaharian mereka, dan masih banyak lagi pemanfaatan teknologi ini untuk upaya memberantas tingkat kemiskinan yang ada.




Referensi:


Perkembangan IPTEK Terhadap Kehidupan

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan,karena kemajuan teknologi berjalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat saat ini beragam teknologi pun bermunculan yang dapat membuat kehidupan manusia menjadi lebih  mudah dalam berbagai aktifitas di berbagai bidang.

Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar  karena ditopang oleh sistem-sistem  sosial yang kuat dan dalam kecepatan yang semakin tinggi teknologi  telah menjadi pengaruh bagi kehidupan manusia, menjadikan hampir seluruh kegiatan menjadi mudah. Sebagai contoh ketika ingin mendapatkan sebuah informasi kita tidak perlu repot-repot lagi membaca koran ataupun mendengarkan radio, ataupun ketika ingin berkomunikasi jarak jauh tidak usah pergi lagi ke wartel, bahkan ketika ingin mengikuti proses belajar mengajar pun tidak harus bertatap muka langsung, karena semua itu bisa didapatkan atau diakses hanya dengan menggunakan smartphone yang bisa dibawa kemana-mana.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) memang membawa segudang dampak positif bagi kehidupan kita, tapi bukan berarti perkembangan dan kemajuan tersebut tidak memberikan dampak negatifnya sendiri. Kemudahan dalam mendapatkan informasi memang menjadi keinginan setiap orang, bukan? Tetapi kemudahan dalam mendapatkan informasi tersebut juga bisa saja menjadi kesempatan sebagian orang untuk menyebarkan berita-berita palsu atau hoax dengan beragam tujuan tertentu.

Kadang kemudahan dalam berkomunikasi pun dapat menjadikan kita terlalu asyik dengan dunia kita sendiri, kita terlalu sering berkomunikasi lewat media sosial hingga mungkin kita lupa cara untuk berkomunikasi bertatap muka secara langsung, ataupun kita terlalu sering menggunakan teknologi untuk berkomunkiasi jarak jauh hingga kita mengabaikan kehadiran orang-orang disekitar kita. 

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memang bertujuan untuk membuat hidup ini menjadi lebih mudah, tetapi jika kita menyikapinya dengan semau kita tanpa melihat dampaknya, perkembangan tersebut pun dapat memberikan dampak negatif, tidak hanya terhadap diri kita tetapi mungkin terhadap orang lain juga, oleh karena itu manfaatkanlah perkembangan tersebut agar dapat bermanfaat tidak hanya untuk diri kita, tetapi untuk orang lain juga.








Referensi :

Pertentangan Sosial


Pertentangan sosial merupakan suatu konflik yang terjadi akibat adanya kesalah pahaman antara seorang individu dengan indivudu lainnya maupun antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya yang dapat menyebabkan pecahnya persatuan dan kesatuan didalam masyarakat, selain adanya kesalah pahaman, Pertentangan sosial juga dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya yaitu karena adanya Diskriminasi dan Etnosentrisme.

Jika saja disebuah masyarakat terjadi pendiskriminasian terhadap seorang individu ataupun kelompok, kemungkinan besar masyarakat tersebut akan mengalami pertentangan sosial dan konflik yang berujung kepada perpecahan masyarakat tersebut. Sebagai contoh adanya pembedaan perlakuan antara kelompok A dan kelompok B karena berbeda suku atau ras, tentu saja kelompok yang mendapatkan pembedaan perlakuan tersebut tidak akan terima dan tidak akan tinggal diam, kasus dismriminasi seperti ini bias saja berujung pada sebuah konflik yang dapat merusak persatuan dan kesatuan masyarakat tersebut.

Sama dengan Deskriminasi, Etnosentrisme yang terjadi pada sebuah masyarakat pun dapat berujung terjadinya Pertentangan Sosial, Etnosentrisme sendiri adalah sikap fanatisme suku bangsa, yaitu suatu persepsi  yang dimiliki oleh setiap individu  yang menganggap bahwa kebudayaan yang mereka miliki lebih baik dari kebudayaan lainnya, juga menganggap cara hidup bangsanya merupakan cara hidup yang paling baik, sikap seperti ini dapat menyebabkan pertentangan sosial karena tentu saja dengan mengatakan bahwa kebudayaan anda lebih baik dari yang lainnya adalah suatu sikap egois yang dapat memicu kemarahan individu lainnya yang memiliki kebudayaan yang berbeda, hal ini dapat memicu konflik antar suku atau budaya.

Pertentangan sosial memang sudah sering terjadi di masyarakat saat ini, tetapi tidak selalu berujung dengan pecah belahnya kesatuan masyarakat tersebut, masyarakat yang dapat mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang ada, entah itu perbedaan bahasa, budaya, suku maupun agama dapat mengendalikan konflik yang terjadi dan menjaga kesatuan dan persatuan mereka dengan tetap mempertahankan kebudayaan nya masing-masing. Peristiwa ini disebut dengan Integrasi, yaitu sebuah sistem yang mengalami pembauran sehingga menjadi suatu kesatuan yang utuh.







Referensi:


https://www.zonareferensi.com/pengertian-etnosentrisme/
https://id.wikipedia.org/wiki/Integrasi_sosial

Monday, October 21, 2019

Tokoh Pemuda yang Menerapkan Sikap Toleransi

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia dengan lebih dari 300 suku menghuni dan 450 bahasa dituturkan dalam kehidupan sehari-hari, Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya dan kultur. Hal ini membuat Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi sebuah bangsa yang besar, seperti yang dicita-citakan oleh para Pendiri Bangsa. Tentu saja dengan banyaknya keberagaman budaya di masing-masing daerah bukan tidak mungkin akan terjadinya Disintegrasi sosial,  kesenjangan sosial, ataupun masalah-masalah yang ditimbulkan dari keberagaman tersebut kan?

Oleh karena itu seorang pemuda, atau lebih tepatnya seorang pemudi telah mendirikan sebuah organisasi  yang bertujuan untuk menanamkan semangat toleransi yang tinggi terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia dengan cara melakukan pertukaran pelajar antar daerah. Organisasi yang dimaksud adalah SabangMerauke, dan pemudi yang sedang kita bicarakan tidak lain dan tidak bukan adalah Ayu Kartika Dewi, salah satu lulusan pascasarjana DUKE University, Amerika serikat.

Ayu adalah pendiri organisasi SabangMerauke yang merupakan singkatan dari Seribu Anak Bangsa Merantu untuk Kembali. SabangMerauke bisa dikatakan adalah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan kemanusiaan. Melalui program ini diharapkan kekuatan toleransi terhadap sesama bangsa dan antar umat beragama yang ditanamkan sejak dini kepada generasi muda Indonesia dapat meningkatkan persatuan bangsa di masa depan.

Ayu yang saat ini selaku mentor pada Board of Directors SabangMerauke, merasa banyak sekali manfaat yang Ia dapatkan dengan mendirikan SabangMerauke. Keberagaman budaya yang ada dapat berjalan dengan lancar dan tentram karena didasari dengan sikap toleransi yang tinggi dan orang-orang pun dapat menghargai perbedaan diantara mereka karena setiap orang dapat merasakan keberagaman tersebut lewat pertukaran pelajar antar daerah.Tentu kita pun dapat mencoba untuk menerapkan sikap toleransi tersebut ke dalam lingkungan sekitar kita, misalnya dengan mengadakan acara dengan nama "Cek Desa Sebelah" yang pada dasarnya adalah acara bertamu antara satu desa dengan desa yang lainnya dengan tujuan mengetahui ada keberagaman apa saja pada salah satu desa yang dikunjungi, dengan begitu rasa toleransi pun akan tumbuh dan rasa saling menghargai pun akan muncul dengan sendirinya.






Referensi :
http://sabangmerauke.id/sabangmerauke
https://komunita.id/2016/03/14/ayu-kartika-dewi-bergerak-untuk-hapuskan-intoleransi-di-indonesia/

Saturday, October 19, 2019

Lapisan Sosial Masyarakat

Saya adalah seorang individu, begitu juga dengan kamu (iya, kamu yang sedang baca ini) adalah seoarng individu juga, kumpulan dari kita (saya, kamu dan beberapa orang lainnya) akan membentuk sebuah masyarakat, masyarakat sendiri adalah sekolompok orang dalam sebuah system yang sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang ada di kelompok tersebut. Karena banyaknya individu-individu dengan karakteristik dan tingkatan yang saling berbeda dalam sebuah masyarakat, maka terciptalah Pelapisan Sosial, tapi sebenarnya apasih pelapisan sosial itu sendiri?

Dalam lingkungan masyarakat perbedaan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan, misalnya ada orang kaya dan ada orang miskin, ada orang yang berkuasa dan ada orang tidak berkuasa, serta ada orang yang dihormati dan ada orang yang tidak di hormati. Gejala di atas menunjukan adanya perbedaan-perbedaan bertingkat dalam masyarakat. Perbedaan bertingkat tersebut dinamakan pelapisan sosial. Pelapisan sosial bersifat umum atau universal artinya selalu di temukan pada setiap kelompok sosial, baik pada masyarakat tradisional contohnya dipedesaan maupun masyarakat modern yang biasa ditemukan di perkotaan.

Diperkotaan, pelapisan sosial dapat terlihat dengan jelas dan jauh lebih kompleks dari pada di pedesaan, contohnya yaitu pada pembagian kerja ada direktur, manager, HRD dan ada pegawai biasa. Masing-masing tingkatan memiliki tugasnya masing-masing sehingga dapat menyelesaikan suatu tugas secara efektif dan cepat dan setiap individu-individu akan memperoleh ke-profesionalisme disetiap lapisan sosialnya masing-masing.

Berbeda dengan di pedesaan, pelapisan sosial di pedesaan tidak akan terlihat jelas dan tidak se-rumit atau se-kompleks seperti yang terjadi diperkotaan, dalam pembagian kerja biasanya masyarakat yang ada di pedesaan melakukan semuanya secara bersama-sama, contohnya pada saat melakukan gotong royong membersihkan selokan, biasanya ketua RT yang mengusulkan gotong royong di desa tersebut juga turut ikut membantu warga-warganya bekerja, dengan begitu akan terciptanya kekompakan dan solidaritas antar individu-individu yang ada di lapisan sosial tersebut.








Referensi :



Perkotaan atau Pedesaan?


Kehidupan disebuah kota besar atau di perkotaan memang menjadi keinginan untuk sebagian orang, kemudahan akses terhadap kebutuhan sehari-hari yang mudah ditemukan, fasilitas umum yang lengkap, lapangan kerja yang banyak, hingga fasilitas kesehatan yang sudah canggih menjadi beberapa alasan orang-orang ingin tinggal disebuah kota besar. Namun apakah kehidupan dikota-kota besar sekali pun tidak ada  dampak negatifnya dan menjadikan tinggal di pedesaan tidak lebih baik dari tinggal di perkotaan? Tentu tidak.

Memang betul  hampir segala sesuatu yang kita inginkan dapat kita dapatkan di kota-kota besar, tetapi kehidupan dikota-kota besar pun bisa saja menjadi kejam. Jika saja kita memutuskan untuk tinggal di sebuah kota dan kita tidak memiliki kenalan disana atau teman yang bisa membantu kita ketika kita sedang membutuhkan bantuan, hidup kita akan menjadi susah. Tidak banyak orang-orang yang tinggal di sebuah kota besar ingin membantu orang lain yang tidak ada hubungannya dengan dia. Iya tentu, tidak semua kota akan seperti itu, tapi tidak menutup kemungkinan kan?

Belum lagi mengenai kondisi udara yang tidak sebaik di pedesaan, kepadatan penduduk, perbedaan perlakuan terhadap berbagai individu, hingga kemacetan yang sudah sering terjadi di kota-kota besar yang tentu pernah saya alami sendiri yaitu terjebak dikemacetan sebuah kota besar selama hampir satu jam, yang bisa saya dengar pada saat itu hanyalah suara klakson-klakson serta kalimat-kalimat umpatan dari para pengguna jalan lainnya yang ingin buru-buru sampai ketempat tujuan nya masing-masing. Bayangkan saja, hampir satu jam di sebuah jalan di kota besar saja sudah membuat saya stress, apalagi memutuskan untuk tinggal di kota tersebut. 

Itulah mengapa saya secara pribadi lebih memilih untuk tinggal dipedesaan yang kondisinya masih asri dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan, dan jika saja saya terpaksa tinggal diperkotaan karena alasan pekerjaan, saya ingin membuat sebuah villa di pedesaan (yang tentu akan dipastikan villa tersebut tidak akan  menggangu ekosistem yang sudah ada) untuk tempat beristirahat pada saat liburan atau weekend setelah cape bekerja diperkotaan.









Referensi:

Tidak ada, tulisan diatas adalah murni pendapat dari si penulis sendiri.

Sunday, September 29, 2019

Mendeskripsikan Diri Sendiri Sebagai Individu



(Ilmu Sosial Dasar, Tugas 2) 




Individu… Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kata itu, bukan? Tapi sebenarnya apasih individu itu sendiri? Individu merupakan unit terkecil pembentuk sebuah kelompok sosial. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok sosial yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil, contohnya adalah  dalam sebuah struktur kelas ada ketua kelas, sekertaris, bendahara dan lain-lain, ketua kelas di struktur kelas tersebut merupakan seorang individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. Nah disini saya akan mendeskripsikan diri sendiri sebagai seorang individu mulai di dalam keluarga, lingkungan masyarakat dan juga di kehidupan kampus.


Keluarga merupakan sebuah kelompok sosial yang paling kecil yang terdiri dari beberapa individu yang saling bergantung satu sama lain. Di dalam keluarga saya sendiri saya merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, karena menjadi anak bungsu saya pun menjadi individu yang sedikit manja jika dibandingkan dengan kedua kakak saya, tapi tentu itu tidak membuat saya tidak bisa menjadi mandiri, karena saya diajarkan untuk bisa menjadi mandiri di dalam keluarga. Oleh karena itu keluarga merupakan tempat pembentukan karakter  yang penting karena keluarga merupakan tempat pertamakali seorang individu melakukan interaksi-interaksi sosial sebelum berinteraksi dengan lingkungan masyarakat.


Pengertian masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup secara bersama-sama di suatu wilayah dan membentuk sebuah sistem, dimana interaksi yang terjadi di dalamnya adalah antara individu-individu yang ada di kelompok tersebut. Dari pengertian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kita sebagai seorang individu dalam lingkungan masyarakat akan melakukan interaksi terhadap individu yang lain, saya sebagai individu tersebut akan menjadi pribadi yang sederhana dan menghargai orang lain juga membantu orang yang sedang kesusahan agar interaksi-interaksi yang terjadi antar individu dalam masyarakat bisa terjadi dengan baik.


Sama hal nya dengan masyarakat, kehidupan di kampus pun akan terjadi banyak sekali interaksi individu antar individu dengan berbagai macam karakter serta budaya yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita sebagai seorang individu perlu melakukan interaksi dengan individu yang lain nya, saya sendiri disaat pertama kali masuk ke kehidupan kampus sebagai seorang individu, akan selalu mencoba melakukan interaksi-interaksi tersebut dengan individu yang lain nya, dengan begitu saya secara perlahan akan menjadi bagian dalam kelompok sosial yang terdapat dalam kehidupan kampus tersebut.











Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
http://didefinisipengertian.blogspot.com/2015/06/definisi-pengertian-individu-menurut-ahli.html

https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-masyarakat.html

Friday, September 27, 2019

Hak dan Kewajiban

(Ilmu Sosial Dasar, Tugas 3) 


Hak dan Kewajiban pada dasarnya merupakan sesuatu yang wajib kita dapatkan atau lakukan sebagai warga negara yang baik,
warga negara Indonesia biasa disingkat WNI merupakan orang yang diakui secara sah sebagai warga negara Indonesia sesuai syarat dan aturan yang berlaku. Setiap negara memiliki aturan terkait status kewarganegaraan yang berbeda-beda untuk masing-masing negara, termasuk juga di Indonesia, di Indonesia kewarganegaraan ini diatur dalam UUD 1945, di dalam UUD 1945 terdapat hak-hak warga negara dan juga kewajiban-kewajiban warga negara yang diterapkan dalam undang-undang, tapi sebenarnya apasih pengertian hak dan kewajiban itu sendiri?


Hak adalah segala sesuatu yang berhak dimiliki oleh setiap individu sejak dia dilahirkan di dunia ini, di Indonesia sendiri hak-hak warga negara telah diatur dalam UUD 1945, contohnya Hak mendapat pendidikan (pasal 31 ayat 1). kita sebagai warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan Pendidikan setidaknya selama 9 tahun, nah dengan kita mendapatkan Pendidikan tersebut kita dapat memajukan bangsa Indonesia dengan meningkatkan daya saing SDM karena memiliki Pendidikan dasar yang cukup.


Jika Hak adalah segala sesuatu yang berhak dimiliki oleh setiap individu, maka Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilaksanakan atau di lakakukan oleh semua individu agar bisa mendapatkan haknya secara layak, kearena dengan melakukan kewajiban ini hak yang diperoleh itu menjadi hasil karena kita sudah melakukan kewajiban, Kewajiban-kewajiban ini pun telah diatur dalam UUD 1945, contohnya yaitu Wajib menghormati Hak Asasi Manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (pasal 28J ayat 1). Pasti kita pernah melakukan gotong royong membantu tetangga yang terkena musibah, ataupun ikut siskamling dalam menjaga ketertiban kampung, atau yang paling sederhana yaitu tidak membuang sampah di lahan orang lain, kan? Nah kegiatan seperti itu dapat sebenarnya mempererat persaudaraan dan menjaga ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat, yang dapat menjadikan kita tidak mudah terpecah belah di Negara yang kaya akan beragam macam budaya ini.



Referensi:

Wednesday, September 25, 2019

Budaya Bertani

(Ilmu Sosial Dasar, Tugas 1)                                                                                                                                                                                                                                         



Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai keunggulan di bidang pertanian, salah satunya karena Indonesia dilewati oleh  Ring of Fire atau biasa juga disebut Cincin Api yang pada dasarnya adalah sebuah jalur gunung berapi yang membentang luas dengan panjang lebih dari 40000 km, faktor inilah yang menyebabkan di Indonesia terdapat banyak sekali gunung berapi yang pada akhirnya menyebabkan tanah-tanah di Indonesia subur karena kaya akan abu vulkanik yang dapat menyuburkan tanah.

Inilah mengapa sejak dulu banyak warga Indonesia yang memilih menjadi Petani terutama didaerah pedesaan karena mudahnya bercocok tanam di tanah yang telah subur akibat dari letusan gunung berapi yang telah lama terjadi. Indonesia sudah terkenal dengan hasil pertanian nya bahkan sejak dulu yang juga menjadi awal datangnya bangsa-bangsa Eropa yang ingin mencari rempah-rempah, pertanian sendiri sebenarnya sudah menjadi bagian dari kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia sejak berabad-abad yang lalu. Salah satu buktinya dalam relief Candi Borobudur ditemukan beberapa panel yang menggambarkan tentang pertanian, yang mungkin juga mereka menjadikan pertanian sebagai bagian dari hidup mereka.

Bukti lainnya yang menunjukan bahwa masyarakat Indonesia tidak terlepas dari sektor pertanian adalah ditemukannya sebuah situs yang diduga perkampungan pada zaman Mataram Kuno di Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Disana terdapat beberapa jejak pertanian dimasa lalu, seperti bekas lahan pertanian kuno, sisa-sisa bulir padi yang sudah menjadi arang, dan sisa-sisa jagung. Kedua bukti yang ditemukan dari Candi Borobudur dan Situs Liyangan ini menunjukkan bahwa sejarah panjang bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari sektor pertanian hingga saat ini.

Namun, seiring perkembangan zaman saat ini sudah banyak generasi muda yang tinggal di pedesaan tidak mau mewarisi atau meneruskan profesi orangtuanya sebagai petani. Mereka lebih memilih bekerja sebagai buruh di pabrik ataupun mencari pekerjaan di kota-kota besar, faktor ini pun didukung oleh adanya para petani yang tidak ingin anaknya menjadi seorang petani yang memiliki citra kurang bagus yang identik dengan panas, becek, kotor, melelahkan dan berpenghasilan pas-pasan, ditambah lagi saat ini sudah banyak lahan-lahan pertanian yang sudah dijadikan sebagai sebuah perumahan ataupun bangunan lainnya. Tanpa adanya regenerasi petani dan juga lahan pertanian yang semakin sedikit, maka akan mengancam  keberlangsungan pertanian yang sudah menjadi budaya sejak dulu kala di Indonesia.  

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakan terutama generasi penerus akan pentingnya bertani,   selain karena kita adalah sebuah negara agraris juga karena bertani merupakan sebuah budaya yang telah diwariskan turun-temurun menjadi bagian hidup masyarakat terdahulu.

Bertani bukanlah hanya sekadar kegiatan bercocok tanam untuk menghasilkan produk-produk pertanian. Namun juga dapat melahirkan kebudayaan-kebudayaan serta kearifan lokal yang menjadi ciri khas setiap daerah di Indonesia yang patut dibanggakan dan dilesatarikan. Sebut saja upacara adat Nandur dari Bali yang mengawali proses penanaman Padi hingga upacara seren Taun yang dilakukan masyarakat Sunda pada saat panen padi.










Referensi :